Kopi / Coffee adalah minuman yang berasar dari
bijian-bijian yang penuh cita rasa dan beraroma harum. Kopi dapat diminum
oleh semua golongan umur yang diminum sebagai penambah semagat atau moodbooster.
Waktu minum kopi biasanya dilakukan pada pagi hari sebelum melakukan aktifitas, sore hari setelah lelah bekerja, pada saat jam istirahat yaitu jam 10 dan jam 3 sore, atau bahkan malam hari untuk mengisi waktu kosoang. Namun paling nikmat minum kopi pada saat hujan atau cuaca dingin. Beuhhh… Nikmatnya tak terkatan….

Sebelum era 20, varian kopi sedikit di pasaran,
namun dengan meningkatnya peminat kopi, banyak produsen bermunculan dan
memproduksi dengan varian produk yang beragam, mulai dari kopi siap saji, kopi siap
seduh dalam kemasan dengan isi kopi plus gula, kombinasi dengan coklat, bahkan
kopi yang proses fermentasinya menggunakan hewan (musang / luwak).
Kopi tidak hanya untuk diminum, tapi bisa juga dipakai
untuk penghilang bau yang tidak sedap, bahan kecantikan, bahan untuk kue dan
lain sebagainya.
Berasal dari manakah kopi pertama kali?
Kopi ditemukan sekitar tahun 800 SM di benua afrika
tepatnya di negara Etopia. Mereka mengosumsi
biji kopi dengan menggunakan lemak hewan dan anggur untuk mendapatkan protein
dan menaikkan stamina.
Namun ada yang mengatakan kopi pada awalnya ditemukan dari
seorang pengembala kambing. Penemuannya dimulai pada saat dia melihat salah satu kambing
nya sangat hiperaktif, dan dia mencoba mengikuti kambing tersebut yang berjalan
kearah pohon untuk makan. Di sana pengembala menemukan banyak biji – bijian
yang berasal dari sebuah tanaman yang dinamakan kopi itu. Beberapa lama kemudian
pengembala mencobanya dengan merebus kedalam air mendidih dan meminum air
rebusan tersebut. Tidak lama kemudian pengembala merasa lebih segar dan sangat
berstamina. kemudia dia menceritakan pengalamannya ke warga setempat. Setelah warga mencoba dan terbukti, biji tanaman ini sering dikonsumsi.
Seiring dengan semakin banyaknya peminat kopi di benua afrika, kopi pun
mulai berkembang dan menyebar ke beberapa negara lain dan pada akhirnya menuju ke
negara arab, negara yang dapat menyajikan kopi dengan metode yang lebih maju.
Negara Terbesar Penghasil Kopi
Ada beberapa varietas kopi yang paling banyak di tanam,
yaitu kopi arabika (75%) dengan kandungan kafeina sebesar 0.8 – 1.4 % dan kopi
robusta (20)%) dengan kafeina 1.7 – 4 %. 5 persen lagi ditanam dengan varietas
lain. Kopi banyak ditanam dinegara-negara agraris yang sedang berkembang
seperti Indonesia, Vienam, Brasil, Ethiopia, Honduras, dan negara lainnya. Berikut
10 negara penghasil terbesar di dunia :
1 | Brasil |
Jumlah Produksi Kopi : 3.300.000 ton | |
Persentasi : 36,3% | |
Luas wilayah negara : 8.515.770 km2 | |
Lokasi : Amerika Selatan | |
2 | Vietnam |
Jumlah Produksi Kopi : 1.530.000 ton | |
Persentasi : 16,8% | |
Luas wilayah negara : 331.210km2 | |
Lokasi : Asia | |
3 | Kolombia |
Jumlah Produksi Kopi : 840.000 ton | |
Persentasi : 9,2% | |
Luas wilayah negara :1.138.910km2 | |
Lokasi : Amerika Selatan | |
4 | Indonesia |
Jumlah Produksi Kopi : 600.000 ton | |
Persentasi : 6,6% | |
Luas wilayah negara : 1.904.569 km2 | |
Lokasi : Asia | |
5 | Ethiopia |
Jumlah Produksi Kopi : 396.000 ton | |
Persentasi : 4,4% | |
Luas wilayah negara : 1.104.300 km2 | |
Lokasi : Afrika | |
6 | Honduras |
Jumlah Produksi Kopi : 356.040 ton | |
Persentasi : 3,9% | |
Luas wilayah negara : 112.090 km2 | |
Lokasi : Amerika Tengah | |
7 | India |
Jumlah Produksi Kopi : 319.980 ton | |
Persentasi : 3,5% | |
Luas wilayah negara :3.287.263 km2 | |
Lokasi : Asia | |
8 | Uganda |
Jumlah Produksi Kopi : 228.000 ton | |
Persentasi : 2,5% | |
Luas wilayah negara :241.038km2 | |
Lokasi : Afrika | |
9 | Peru |
Jumlah Produksi Kopi : 228.000 ton | |
Persentasi : 2,5% | |
Luas wilayah negara :1.285.216km2 | |
Lokasi : Amerika Selatan | |
10 | Guatemala |
Jumlah Produksi Kopi : 210.000 ton | |
Persentasi : 2,3% | |
Luas wilayah negara : 108.889 km2 | |
Lokasi : Amerika Tengah |
Pasca panen
Pohon kopi bisa tumbuh hingga mencapai tinggian 10 meter. Tanaman ini umumnya ditanam dengan jarak antara pohon sekitar dua meter. Kopi arabika dan robusta masing-masing memiliki kebutuhan lingkungan yang berbeda; kopi arabika mengutamakan termperatur yang lebih dingin dan kopi robusta membutuhkan temperatur yang lebih hangat. Seperti halnya tumbuhan berbuah lainnya, kopi membutuhkan musim kering dan matahari yang cukup banyak ketika mulai berbuah.
Buah kopi dipetik dengan dua cara, yiatu
dengan cara memetik buah yang sudah matang saja dengan menggunakan tangan dan dengan
cara memetik buah kopi satu per cabang walaupun dicabang tersebut terdapat kopi
yang masih mentah. Kemudian baru dilakukan pernyortiran kembali ditempat
pengolahan.
Setelah
dipetik kemudian dilakukan proses pemisahan daging buah dari bijinya dengan
cara direndam ke dalam air selama dua hari untuk melarutkan sisa daging buah
dan pulp yang mungkin masih menempel pada biji. Selain direndam dapat dilakukan
dengan cara langsung di jemur dibawah sinar matahari sampai kering. Setelah kering
dengan kadar air 12% barulah dapat disimpat atau diolah menjadi serbuk kopi
yang siap untuk dikonsumsi.
Nutrisi yang terkandung pada Kopi
Alkaloida
Kafeina (1,3,7-trimethyl-xanthine) merupakan
senyawa alkaoida yang
paling banyak berada pada biji kopi, segar maupun yang telah digaringkan.
Kadarnya bervariasi antara 1 sampai 2.5 persen tergantung dari vaietas kopi.
Kadar kafeina biji kopi tidak mengalami perubahan signifikan selama pematangan
buah di pohon. Kelarutan kafeina dalam air meningkat
seiring peningkatan temperatur dan penambahan asam klorin, asam sitrat, dan asam tartarat, yang semuanya juga berada di dalam biji kopi
segar.
Selain kafeina, terdapat juga alkaloida teofilin, teobromin, paraxantin, liberin, dan metilliberin dengan
kadar yang rendah. Teofilin juga
merupakan alkaloida yang terdapat pada teh hijau, dan kadar alkaloida ini pada biji kopi mengalami
penurunan ketika biji kopi digaringkan.
Trigonelin (N-methyl-nicotinate)
adalah senyawa turunan dari vitamin B6 dan terdapat dalam biji kopi segar dengan
kadar antara 0.6 sampai 1 persen. Penggaringan mengubah sebagian besar
trigonelin menjadi niasin. Trigolenin telah diamati memiliki
sifat mutagenik.
Protein dan asam amino
Kadar Protein yang terdapat dalam biji kopi kering 8 sampai 12
persen. Sebagian besar protein ini terdegradasi menjadi asam amino bebas
selama pematangan di pohon dan proses penggaringan. Keasaman, temperatur, dan
kadar oksigen tinggi dapat menyebabkan protein dalam biji kopi terdegradasi
menjadi peptida dan asam amino. Biji kopi segar yang telah matang
mengandung setidaknya 4 miligram asam amino per gram biji kopi untuk kopi
robusta, dan 4.5 miligram per gram biji kopi untuk kopi arabika. Pada kopi
arabika maupun robusta, alanin adalah asam amino terbanyak
dengan kadar 1.2 mg/gram biji kopi arabika dan 0.8 mg/gram biji kopi robusta,
diikuti asparagin dengan kadar 0.66 mg/gram biji kopi arabika dan
0.36 mg/gram per biji kopi robusta. Asam amino yang bersifat hidrofobik
seperti isoleusin, leusin, valin, tirosin, dan fenilalanin menyebabkan rasa yang tidak mantap pada kopi. Meski
demikian, sebagian besar asam amino bebas tidak terdapat pada kopi yang
digaringkan karena telah terdegradasi melalui proses Maillard,
dan produk dari asam amino hidrofobik tersebut seperti diketopiperazin merupakan
kontributor utama rasa pahit pada kopi.
Karbohidrat
Kadar
Karbohidrat sekitar 50 persen dari berat kering biji kopi
segar. Karbohidrat terutama dihasilkan dari polisakarida arabinogalaktan, galaktomanan,
dan selulosa, dan cenderung tidak memiliki rasa. Monosakarida bebas seperti sukrosa terdapat dalam biji kopi dengan warna kulit yang
kekuningan dengan kadar 9000 mg per gram biji kopi arabika dan 4500 mg per gram
biji kopi robusta. Selan itu juga terdapat fruktosa, galaktosa, dan D-mannitol.
Lipid
Lipid
yang terdapat pada biji kopi diantaranya asam linoleat, asam palmitat, asam oleat, asam stearat, asam arachidat, terpena, trigliserida, ester,
dan amida. Total lipid pada biji kopi kering yaitu antara 11.7
hingga 14 gram per 100 gram biji kopi. Lipid terbanyak berada di kulit biji kopi dan
merupakan bagian dari lapisan pulp pembungkus biji kopi. Pada kopi arabika, lipid terdapat pada kadar
yang lebih tinggi.
Manfaat Kopi yang bagi kesehatan :
Banyak rumor mengatakan bahwa kopi hanyalah sekedar minuman yang beraroma harum, jangan salah berpikir karena kopi mempunyai khasiat lebih terhadap kesehatan, berikut manfaat nya :
1.
Menurunkan
stress
2.
Menaikkan
adrenalin
3.
Dapat
menyembuhkan luka
4.
Dapat menurunkan
berat badan
5.
Mengurangi
resiko kanker kulit
6.
Mencegah
demam tinggi pada balita
7.
Menyerap
bau yang tidak sedap
8.
Dapat dipakai
untuk kecantikan/perawatan tubuh
Dengan begitu banyaknya manfaat yang dapat diberikan oleh
kopi, ternyata terdapat juga efek sampingnya jika dikonsumsi secara berlebihan.
Berikut dampak jika mengkonsumsi kopi secara berlebihan;
- Susah tidur
- Dehidrasi
- Tekanan darah tinggi
- Menaikkan Asam lambung
- Kolestrol meningkat
Semoga tulisan
ini dapat menambah wawasan kita bersama. Terimakasih.
No comments:
Post a Comment